Klappertaart Salah Satu Kue Favorit Masyarakat Manado

GambarSiapa yang tidak pernah menikmati rasa lezatnya kue klappertaart? Semua orang Manado pasti akan menjawab sudah pernah.

Selain manis dan enak, kue klappertaart khas peninggalan bangsa Belanda yang sudah berabad-abad dibudayakan orang Manado ini dikemas pembuatnya dengan beraneka rasa yang terbaik. Ada rasa streberry, rasa durian, rasa buah kenari dan rasa original yang enak di lidah.

Orang Manado lebih banyak memilih rasa original untuk dinikmati bersama keluarga dan teman-teman mereka. Selain harganya murah, klappertaart rasa original rasanya lebih sederhana di lidah dan harganyapun murah, dari yang dikemas seharga Rp12ribu/buah, Rp90ribu/buah hingga Rp120ribu perbuah.

Chistine Sumagkut adalah pengusaha kue klappertaart yang sukses melestarikan kue ini di lidah orang Manado, baik yang ada di Jakarta maupun di tanah air. Sulut Times mencoba mendatangi rumahnya di kawasan Liwas Permai Kairagi.

Ketika ditemui, wanita cantik pemilik tiga outlet Klappertaart ini mengaku baru kembali dari kursus membuat kue khas daerah di Jakarta, antara lain mempelajari resep-resep aneka macam kue dengan modifikasi rasa daerah asal kue termasuk klappertaart.

Menurut dia, pertama kali membuat kue Klappertaart adalah untuk keluarganya. “Apapun kue yang saya buat pasti disukai suami dan anak-anak, maka kalau ditanya kepada siapa pertama kali saya menjual Klappertaart buatan sendiri itu jawabnya, pada teman-teman kantor suami”, ungkap Christine menjawab pertanyaan Sulut Times soal langkah awal menjadikan ia pengusaha kue Klappertaart di Manado.

Karena banyak yang memesan, saya tertarik membuat kue ini untuk teman-teman yang akan ke Jakarta maupun mereka yang akan ke daerah lain.

Kue Christine semakin dikenal oleh orang-orang Manado di Jakarta hingga sampai ke kantor-kantor kementerian, termasuk di kantor Menteri yang dipimpin E.E. Mangindaan dan keluarganya. Juga putranya yang kini menjadi Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan, sangat suka kue Klappertaart. “Setiap datang atau pulang ke Jakarta, mereka suka memesan Klappertaart, tentu saya membuat rasa kue sangat spesial.”

Langkah lain untuk melebarkan sayap usahanya ini, Christine yang bersuamikan pegawai di Hotel Santika Manado ini memasang iklan di koran-koran dengan mencantumkan nomor ponselnya. Pucuk dicinta ulampun tiba, pesananpun semakin banyak, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, pegawai bahkan mereka yang sakit di rumah sakit bahkan suka Klappertaart.

Maka untuk memudahkan pelayanan, dia membuka tiga outlet. Dua outlet dibuka di Bandara Sam Ratulangi Manado dan satu Outlet dibuka di jalan Yos Sudarso Kairagi Weru. Kini ia mampu mempekerjakan 17 karyawan untuk 3 outlet Klappertaart itu, dan mereka diupah sesuai UMP regional.

Christine sudah berkali-kali ke luar negeri baik untuk mendampingi sang suami maupun untuk mencari inspirasi dan resep kue khas daerah yang ada di sana.

Menurutnya dari semua kue yang pernah ia kenal dan ia buat menjadi makanan yang enak di lidah, hanya membuat kue Klappertaart-lah yang dilakukan harus dengan suasana hati yang baik. Kalau suasana hati sedang murung atau sedih bahkan marah-marah, maka rasa kue tidak akan baik. Karena ia sukses maka Christine mampu meraup Rp50juta/bulan dari hasil membuat dan menjual kue Klappertaart di 3 outletnya itu.(yw/*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: