Sebanyak 41.863 Jiwa Kena Bencana Banjir & Tanah Longsor Manado-Sulut

Bencana LonsorManado, Sulut Times – Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Manado menyebutkan, sebanyak 41.863 jiwa terkena bencana, terdiri dari 40.018 jiwa korban banjir dan 1.845 jiwa korban longsor.

Sebanyak 12.453 Kepala Keluarga (KK) kena bencana, terdiri dari 11.935 kk korban banjir dan 518 kk korban lonsor.

Jumlah rumah warga yang rusak sebanyak 4.220 dengan rincian, sebanyak 3.579 rusak ringan dan 641 rusak berat. Korban jiwa sebanyak 10 orang.

Bantuan selain dari Pemerintah kota Manado, ada juga bantuan dari masyarakat seperti mengevakuasi korban, bantuan

Lokasi Longsor di Ranomuut, Kec Paal 2, Manado, Sulut, Korban Jiwa Siswa SMA. (dok. Sulut Times).-

Lokasi Longsor di Ranomuut, Kec Paal 2, Manado, Sulut, Korban Jiwa Siswa SMA. (dok. Sulut Times).-

bahan makanan, pakaian, pendirian pos kesehatan, PMI dan bantuan lainnya seperti yang dilakukan oleh Posko Peduli Kasih (love care), Tim Doa Transformasi dan Familylife Manado, Angkasa Pura Airports, berupa beras, air mineral, selimut, pakaian dalam wanita dan kebutuhan lainnya.

Presiden SBY Ikut Berduka Cita Kepada Korban Bencana Sulut
Presiden RI, Dr.H Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ikut berduka cita dan salam khusus kepada keluarga korban atas musibah banjir dan tanah longsor di Sulut. “Kiranya warga tetap tabah dalam menghadapi cobaan hidup ini.”

Ungkapan rasa keprihatinan yang mendalam Presiden, disampaikan melalui Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, Agung Laksono, usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana bagi korban banjir dan tanah longsor yang terjadi pada hari Minggu (17/2) lalu, di Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Sitaro yang diterima Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang, bertempat di VVIP Bandara Sam Ratuangi Manado, Selasa (19/2).
Bencana Banjir

Menurutnya, bencana yang terjadi di Kota Manado menempati urutan nomor satu secara nasional disebabkan banjir dan tanah longsor sehingga mengakibatkan korban jiwa dan rusaknya berbagai infrastruktur rakyat dan pemerintah.

Penyebab bencana tersebut, akibat perubahan iklim dan ulah manusia yang mempersempit aliran sungai serta menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Dihimbau, agar warga masyarakat khususnya yang tinggal dibantaran sungai supaya menjadikan sungai sebagai jendela rumah sehingga akan terawat dengan baik serta bersih.

Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundajang menyampaikan terimah kasih kepada pemerintah pusat yang telah menyampaikan bantuan tersebut.

Bantuan tersebut sebesar Rp. 2 Miliar, dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 500 juta dan bahan natura sebesar Rp 1,5 Miliar.

Posko Bencana Pengobatan dan Tenda Penampungan di Kec Paal 2 Manado - Sulut. (dok. Sulut Times).-

Posko Bencana Pengobatan dan Tenda Penampungan di Kec Paal 2 Manado – Sulut. (dok. Sulut Times).-

Usai menyerahkan bantuan Menkokesra didampingi Gubernur Sulut, Wagub Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd, Deputy I Bidang Lingkungan dan Kerawanan Sosial, Willem Rampangiley, Deputy Bidang Penanganan Darurat, BNPB, Dody Ruswandy bersama Walikota Manado GS Vecky Lumentut dan pejabat teknis Pemprov Sulut melakukan peninjauan ke lokasi bencana.

Lokasi bencana tersebut yaitu, terminal Paal 2, Kelurahan Paal 2, Gereja GMIM Maranatha Kelurahan Karame Lingkungan I Manado serta mengunjungi rumah duka korban longsor Citraland, sekeluarga yakni, suami Frangky Kawilarang, isteri Elisabeth Palit dan anaknya Anggelica Kawilarang meninggal dunia, Jenasah ketiganya disemayamkan di rumah keluarga Palit-Rarung, di kompleks Toa Pekong, Kelurahan Calaca, Lingkungan I, Manado.

Kepala BNPB Sulut, Ir Hoyke Makarawung, melaporkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi hari Minggu 17 Februari 2013, mengakibatkan korban jiwa 18 orang meninggal dunia, disebutkan rinciannya, 10 orang di Kota Manado, 5 orang di Kabupaten Minahasa dan 3 orang di Kabupaten Sitaro.

Kadis PU Sulut, Ir Eddy Kenap pada kesempatan ini, mengusulkan agar pemerintah pusat dapat membantu dibangunnya jalan alternatif sehingga apabila terjadi bencana, tidak akan kesulitan untuk melakukan evakuasi.

Kadis Kesehatan Sulut, dr Maxi Rondonuwu pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya sesuai perintah Gubernur langsung menyiapkan pos kesehatan di 22 titik bencana. Diminta juga bantuan berupa penambahan obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI, karena obat yang tersedia saat ini sudah menipis.

Sementara Kadis Sosial Sulut, Drs Anwar Panawar menyebutkan Dinsos telah menyalurkan berbagai bantuan berupa matras, pendirian dapur umum, makanan siap saji dan air mineral di setiap posko bencana.(hpm/ist/mvr).-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: