6 Desember 2015

SINGAL PEDULI DUNIA KESEHATAN

Airmadidi, (Sulut Times) – Bupati Minut, Drs Sompie SF Singal MBA dinilai oleh Wakil Ketua IDI Sulut, dr Maxi Rondonuwu, sangat peduli dengan dunia kesehatan.

Hal ini diungkapkan Rondonuwu saat melantik dr Sandra Rotty sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Minahasa Utara dan pengurus lainnya, periidiminutode 2013 sampai 2016, bertempat di halaman Dinkes Minut, Kamis 4/12.

Kepedulian Sompie tersebut tampak dalam kehadirannya pada setiap kegiatan kesehatan sehingga pihaknya meminta agar seluruh jajaran IDI membantu dan mendukung pemerintah sebagai mitra.

Diingatkannya, mengenai berbagai tantangan IDI termasuk penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang seharusnya sudah dilaksanakan pada tahun 2015 ini, meski mengalami pengunduran tapi pasti dilaksanakan.

Tantangan IDI lainnya yakni semakin disoroti bukan hanya malpraktek tapi juga gratifikasi harus disikapi secara rasional. “Bantuan dari mitra bagi profesi dokter masih halal tapi aturan di Indonesia belum terlalu jelas, jadi harus diikuti dulu jangan sampai menjadi korban,” himbaunya.

Menurutnya, kegiatan IDI tidak terlepas dari masalah kelalaian, dan bila salah satu anggota dilaporkan maka harus cepat dibantu dan ditangani agar tidak melebar sehingga tidak ada perasaan takut dalam melaksanakan tugas.

Para anggota IDI harus tetap mengutamakan profesionalisme dan harus rajin mengikuti berbagai seminar dan simposium sehingga ilmu ter “up date” terus.

Ketua IDI Minut sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Minut, dr Sandra Rotty pada kesempatan tersebut memaparkan bahwa IDI Minut sudah ditetapkan dan menjalankan tugasnya sejak tahun 2013 namun baru mendapat kesempatan dilantik.

Lanjutnya, semua anggota IDI harus dapat menjalankan tugas dokter dengan baik dan benar, meningkatkan kualitas dengan penelitian ilmiah, menjalankan dan menjaga profesi dan kode etik kedokteran yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “karena manusia kalau mau mati hanya mencari 2 orang yakni dokter dan rohaniawan,” tandasnya.

Diharapkan agar semua anggota mendukung dengan bersama menunjukan jati diri selaku dokter dan IDI Minut.(mvr).-

6 Desember 2015

SOMPIE DITEGUR OKNUM DOKTER

Airmadidi, (Sulut Times) – Bupati Minut, Drs Sompie SF Singal, MBA mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditegur seorang dokter saat menanyakan status penyakit yang diderita oleh ibunya kejadian itu terjadi jauh sebelum dirinya menjadi pejabresmigedungkesehatanminutat.

“Ngana nyanda usah tahu, itu torang para dokter pe tahu,” papar Sompie meniru dokter tersebut. Hal ini sampaikan dalam sambutannya saat meresmikan gedung Kantor Dinas Kesehatan Minut, Kamis, 4/12.

Namun saat ini para dokter diakuinya, sudah semakin terbuka kepada para pasiennya menyangkut status penyakit yang diderita. “

“Pada saat general cek up saya mengetahui 2 kekurangan menyangkut kesehatan saya yakni boboca di mata dan darah tinggi namun hingga berusia 62 tahun, belum mengunakan kacamata,” tuturnya.

Menurut bupati, diharapkan agar momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 51, semua petugas kesehatan dapat lebih memacu semangat untuk melayani.

Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah propinsi dan pusat yang telah membantu berbagai program kesehatan pemkab Minut termasuk pembangunan gedung ini. “Semoga dengan bangunan kantor yang baru ini, para aparatur kesehatan lebih meningkatkan kinerja untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Bupati menyerahkan piagam penghargaan dan kunci kendaraan kepada paramedis teladan dan puskesmas (Pkm) terbaik, yaitu Perawat Wasor Kusta Teladan tingkat propinsi Sulut, Yola Mamesah dari Pkm Airmadidi, Petugas Gizi teladan, Novita Kundimang, Petugas Kesehatan Lingkungan, Yan Manayang dari  Pkm Kema, Pengelola SIK teladan tingkat propinsi, Ezra Marentek dari Dinkes Minut,

Puskesmas Santun Usila tingkat propinsi, Pkm Kolongan, Desa P4K, desa Watutumou III, bidan Sanita Luming Keluas dari Pkm Kolongan, Puskesmas terbaik tingkat Propinsi, kategori Puskesmas Perkotaan Berprestasi yakni Pkm Kolongan dan Pukesmas tercepat memanfaatkan fasilitas rawat inap kabupaten minut,  yakni Pkm Mubune.

Kadis Kesehatan Minut dr Sandra Rotty menyatakan, pemanfaatan bangunan tersebut sudah digunakan sejak bulan Juli dan diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), ke 51 serta syukuran atas penerimaan penghargaan Swasti Saba Wistara.

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua IDI Sulut, Dr Maxi Rondonuwu, Kepala RSUD Maria Walanda Maramis, Dr Herman Darmawan, Kabag Humas, Sem Tirayoh, sejumlah Kepala SKPD, para Kepala Puskesmas dan staf kesehatan.(mvr).-

22 Mei 2013

Klappertaart Salah Satu Kue Favorit Masyarakat Manado

GambarSiapa yang tidak pernah menikmati rasa lezatnya kue klappertaart? Semua orang Manado pasti akan menjawab sudah pernah.

Selain manis dan enak, kue klappertaart khas peninggalan bangsa Belanda yang sudah berabad-abad dibudayakan orang Manado ini dikemas pembuatnya dengan beraneka rasa yang terbaik. Ada rasa streberry, rasa durian, rasa buah kenari dan rasa original yang enak di lidah.

Orang Manado lebih banyak memilih rasa original untuk dinikmati bersama keluarga dan teman-teman mereka. Selain harganya murah, klappertaart rasa original rasanya lebih sederhana di lidah dan harganyapun murah, dari yang dikemas seharga Rp12ribu/buah, Rp90ribu/buah hingga Rp120ribu perbuah.

Chistine Sumagkut adalah pengusaha kue klappertaart yang sukses melestarikan kue ini di lidah orang Manado, baik yang ada di Jakarta maupun di tanah air. Sulut Times mencoba mendatangi rumahnya di kawasan Liwas Permai Kairagi.

Ketika ditemui, wanita cantik pemilik tiga outlet Klappertaart ini mengaku baru kembali dari kursus membuat kue khas daerah di Jakarta, antara lain mempelajari resep-resep aneka macam kue dengan modifikasi rasa daerah asal kue termasuk klappertaart.

Menurut dia, pertama kali membuat kue Klappertaart adalah untuk keluarganya. “Apapun kue yang saya buat pasti disukai suami dan anak-anak, maka kalau ditanya kepada siapa pertama kali saya menjual Klappertaart buatan sendiri itu jawabnya, pada teman-teman kantor suami”, ungkap Christine menjawab pertanyaan Sulut Times soal langkah awal menjadikan ia pengusaha kue Klappertaart di Manado.

Karena banyak yang memesan, saya tertarik membuat kue ini untuk teman-teman yang akan ke Jakarta maupun mereka yang akan ke daerah lain.

Kue Christine semakin dikenal oleh orang-orang Manado di Jakarta hingga sampai ke kantor-kantor kementerian, termasuk di kantor Menteri yang dipimpin E.E. Mangindaan dan keluarganya. Juga putranya yang kini menjadi Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan, sangat suka kue Klappertaart. “Setiap datang atau pulang ke Jakarta, mereka suka memesan Klappertaart, tentu saya membuat rasa kue sangat spesial.”

Langkah lain untuk melebarkan sayap usahanya ini, Christine yang bersuamikan pegawai di Hotel Santika Manado ini memasang iklan di koran-koran dengan mencantumkan nomor ponselnya. Pucuk dicinta ulampun tiba, pesananpun semakin banyak, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, pegawai bahkan mereka yang sakit di rumah sakit bahkan suka Klappertaart.

Maka untuk memudahkan pelayanan, dia membuka tiga outlet. Dua outlet dibuka di Bandara Sam Ratulangi Manado dan satu Outlet dibuka di jalan Yos Sudarso Kairagi Weru. Kini ia mampu mempekerjakan 17 karyawan untuk 3 outlet Klappertaart itu, dan mereka diupah sesuai UMP regional.

Christine sudah berkali-kali ke luar negeri baik untuk mendampingi sang suami maupun untuk mencari inspirasi dan resep kue khas daerah yang ada di sana.

Menurutnya dari semua kue yang pernah ia kenal dan ia buat menjadi makanan yang enak di lidah, hanya membuat kue Klappertaart-lah yang dilakukan harus dengan suasana hati yang baik. Kalau suasana hati sedang murung atau sedih bahkan marah-marah, maka rasa kue tidak akan baik. Karena ia sukses maka Christine mampu meraup Rp50juta/bulan dari hasil membuat dan menjual kue Klappertaart di 3 outletnya itu.(yw/*)

17 Maret 2013

Nanis Pembuat Sapu Gomutu Manado-Sulut

Gambar

Nanis Mantiri Pembuat Sapu Gomutu.- (dok. Sulut Times).-

Manado, Sulut Times Nanis Mantiri, pria sederhana dan ramah ketika diajak berbincang, menjawab dengan polos menyangkut kegiatan produktif berupa pembuatan Sapu Gomutu yang dilakukannya untuk menghidupi keluarganya.

“Dalam seminggu, saya yang dibantu maitua, mampu membuat sebanyak 200 buah sapu Gomutu yang dipesan oleh pembeli”, tuturnya kepada Sulut Times saat membungkus 200 buah Sapu yang akan dibawa oleh pembeli ke pulau Sanger.

Menurutnya, bahan baku diambil dari kebun pemilik tanaman Seho/ Enau yang senang bila gomutu diambil karena pohonnya menjadi bersih dan mudah di panen.

Bahan lainnya yaitu bambu, tali dan karung pembungkus. “Kalau tidak dibungkus maka kapal yang akan mengangkut barang tersebut tidak mau memuatnya”, jelasnya.

Sapu tersebut sudah 30 tahun dibuat dan dipasarkan, mulai dari harga Rp.300,-/buah hingga sekarang seharga Rp.7.500,-/buah.

Uang hasil penjualan sapu tersebut menurutnya, cukup untuk membiayai istri dan kedua anaknya yang masih menuntut ilmu dibangku sekolah juga membeli sepeda motor.

Gambar

Nanis sedang membungkus hasil karyanya. (dok. Sulut Times).-

Bagi yang berminat memesan sapu buatan Nanis, dapat menemukannya di pasar Calaca, dekat Pelabuhan Manado.(mvr).-

8 Maret 2013

Bupati Minut: Layanan Publik Wajib Dikerjakan Optimal Tanpa Ada Oportuniti

Gambar

Bupati Minut-Sulut, Drs Sompie Singal MBA. (dok. ist).-

Airmadidi, Sulut Times Bupati Minut-Sulut, Drs Sompie Singal MBA menegaskan, layanan kepada publik wajib dikerjakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat secara optimal tanpa ada oportuniti.

Hal ini diungkapkannya saat melantik 3 pejabat eselon III, bertempat di Aula Kantor Bupati, Kamis (7/3).

Ditambahkan, PNS dan pejabat agar senantiasa meningkatkan kinerja dan disiplin dalam tugas serta tunduk pada regulasi aturan yang berlaku. Konsolidasi organisasi perlu dilakukan dngan baik demi tatanan birokrasi pemerintahan yang bersih, transparan, baik dan tidak berbelit-belit.

Diingatkan pula, untuk meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja birokrasi pemerintah. “Hindari tugas yang hanya menimbulkan resistensi ataupun preseden buruk bagi masyarakat”, ujarnya.

Menurutnya, wibawa dan citra pemerintah harus dijaga dan dipelihara serta dipertahankan demi citra birokrasi yang bersih. Lektabilitas dan kredibilitas pemerintah harus ditunjukan dalam pelayanan kepada publik secara prima.

Pejabat yang dilantik yakni, Stevie Watupongoh SIP sebagai Camat Likupang Timur, sebelumnya menjabat Kabid Disiplin pada Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Minut; Drs Tommy Dolongseda sebagai Sekertaris BKDD Minut, sebelumnya menjabat Camat Likupang Timur; Drs Novi Tampi sebagai sebagai Sekertaris Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan (BP4K), sebelumnya menjabat Sekertaris BKDD Minut.

Pelantikan tersebut dihadiri Sekda Minut, Drs Johannis Rumambi, Assisten I, Ir Ronny Siwi, Assisten III, Drs Max HW Purukan dan sejumlah kepala dinas dan badan se Minut.(mvr).-

8 Maret 2013

DPRD Minut Laksanakan Tugasnya

Gambar

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara-Sulut. (dok. Sulut Times).-

Airmadidi, Sulut Times Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut)-Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan tugasnya.

“Komisi C Dewan, hari ini mengadakan Rapat Evaluasi Kegiatan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minut”, jelas Sekertaris Dewan, Teresia Sompie yang didampingi Kasubag Humas & Protokol, Agenes Tumangkeng, SE, MM kepada Sulut Times, bertempat diruang kerjanya, Kamis (7/3).

Sedangkan Komisi A melaksanakan koordinasi dan konsultasi ke DPRD Bitung dan Inspektorat Bitung. Komisi B dan Sekwan melakukan kunjungan ke rumah duka Lurah Airmadidi Bawah, Almarhum Drs Frangki Putong yang meninggal pada hari Selasa lalu, di Rumah Sakit Lembean, Minut.

Wartawan Sulut Times melaporkan, anggota DPRD Minut berjumlah 25 orang, terdiri dari 18 pria dan 7 perempuan.(mvr).-

4 Maret 2013

Pelayanan SIM di Poltabes Manado Normal Kembali

Manado, Sulut Times Pelayanan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Poltabes Manado normal kembali mulai hari ini, Senin 04 Maret 2013 setelah mengalami kerusakan pada Rabu, 27 Februari lalu.

Kapoltabes Manado, Kombes Pol, Drs Amran Ampulembang, MSi melalui Kasat Lantas, Alfaris Pattiwael, SIK, MH kepada Sulut Times, membenarkan beroperasinya server pembuat SIM mulai hari ini setelah tekhnisi dari Jakarta didatangkan.

“Rusaknya server tersebut akibat sering padamnya aliran listrik didaerah ini. Sistim windows yang digunakan pada peralatan tersebut menurutnya rawan terganggu dengan arus listrik yang tidak normal”, tegasnya.

Gambar

Kasat Lantas Poltabes Manado, Alfaris Pattiwael, SIK, MH. (dok. Sulut Times).-

Diinformasikan juga bahwa, rata-rata setiap hari, pihaknya mampu membuat SIM sebanyak 100 lembar.

Wartawan Sulut Times melaporkan, untuk pembuatan SIM A dibutuhkan dana minimal sebesar Rp.150 ribu, terdiri dari pembayaran di BRI sebanyak Rp.120 ribu, Surat Keterangan Kesehatan Rp.30 ribu.(mvr).-

25 Februari 2013

PNS Harus Sadari Tugas & Tanggungjawabnya

GambarBitung, Sulut Times Walikota Bitung, Hanny Sondakh dengan tegas menyatakan, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) haruslah menyadari dengan benar tentang tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Hal ini diungkapnya, menanggapi beberapa informasi terakhir ini mengenai adanya sekelompok oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kota Bitung yang berkeliaran di pusat perbelanjaan pada jam kerja, membuatnya berang, kemarin.

Menurutnya, PNS harus betah di kantor, jangan melalaikan tugasnya dan didapati berada di pusat perbelanjaan.

Ditandaskan, kepada seluruh Kepala SKPD untuk mengawasi semua aparat yang dipimpinnya agar tidak meninggalkan kantor dan apabila ada aktivitas tugas luar yang mengharuskan berada di luar kantor maka harus dilengkapi dengan surat tugas.

Kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan diminta terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menjaring oknum PNS yang berkeliaran pada saat jam kantor tanpa suatu alasan dinas yang jelas, dan kepada yang bersangkutan agar dikenakan sanksi.(hkb/mvr).-

25 Februari 2013

Pengiriman Barang PT Pos Bitung Naik 35 Persen Tahun 2012

Gambar

Kepala Kantor Cabang PT Pos Indonesia (Pesero) Bitung, Dewa Made Yasa.(dok. Sulut Times).-

Bitung, Sulut Times “Pengiriman barang PT Pos Indonesia Bitung-Sulut, naik sebanyak 35 persen tahun 2012 sebesar Rp.1,7 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp.1,1 miliar.”

Ungkap Kepala Kantor Cabang PT Pos Indonesia (Pesero) Bitung, Dewa Made Yasa kepada Sulut Times, bertempat diruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, untuk pengiriman lewat laut dengan mengunakan kontainer , pihaknya bermitra dengan perusahaan ekspedisi Tanto Ekspres dan Intim.

Untuk pengiriman ke wilayah Indonesia Timur seperti Jayapura, Manokwari, Sorong, Biak, Ternate dan lainnya dan ke bagian Barat Indonesia di Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Priok Jakarta, pihaknya bekerjasama dengan PT. Pelni

Namun diakuinya, semua maskapai digunakan untuk Pos Ekspres dan baru beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung Raya, Denpasar dan Jogja yang bisa diterima H plus 1, yang mengharuskan pegawainya standby di bandara Sam Ratulangi dan di kantor Pos Manado.

Ditambahkannya, kebanyakan penerima barang di daerah Manado dan Jakarta tidak mau menerima kiriman barang pada malam hari dengan alasan keamanan.

Produk unggulan lainnya yakni pengiriman uang tanpa nomor rekening, dan bisa diterima paling lama 30 detik, baik tujuan kiriman dari dalam maupun luar negeri.

Ada juga Wesel Instan untuk dalam negeri sedangkan luar negeri pihaknya bekerjasama dengan Westren Union untuk pengiriman ke luar negeri, ada juga Money Gram untuk pengiriman dari dan ke Amerika (USA) dan dari data kiriman barang, banyak warga asal Bitung Sulut yang tinggal di Ontario dan Philadelpia USA.

Kiriman barang yang masuk ke Bitung berasal dari Jakarta berupa mobil dinas sedangkan pengiriman dari Bitung ke pulau jawa berupa kendaraan roda dua yang harus memiliki surat lengkap seperti surat pindah dari Polres.(mvr).-

25 Februari 2013

Tahun 2013 Bantuan Bagi Koperasi & UKM Minut Sebesar Rp.2 Miliar

Kadis Koperasi & UKM Minut, Theodora MDC Luntungan, SE, MSi.(dok. Sulut Times).-

Kadis Koperasi & UKM Minut, Theodora MDC Luntungan, SE, MSi.(dok. Sulut Times).-

Airmadidi, Sulut Times Tahun 2013 bantuan bagi Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah Kabupaten Minahasa Utara (minut) direncanakan sebesar Rp.2 miliar dengan rincian, Rp.1,4 miliar bagi 2.800 UKM dan Rp.600 juta bagi 40 Koperasi, alokasi APBD kabupaten ini.

“Hal ini merupakan wujud kepedulian Bupati Minut, Drs Sompie Singal, MBA kepada masyarakat kecil dan menengah di daerahnya”,

Ungkap Kadis Koperasi & UKM Minut, Theodora MDC Luntungan, SE, MSi kepada Sulut Times, bertempat diruang kerjanya, kemarin.

Kelayakan UKM dan Koperasi yang dinilai memenuhi syarat sebagai penerima bantuan diambil dari data Badan Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BP2KAD) minut sekaligus badan ini membantu dalam penyaluran dana tersebut.

Usaha  Kecil dan Menengah di daerah ini, banyak bergerak di Makanan Khas seperti Dodol dan lainnya, juga pengerajin dari bahan pohon kelapa yang dibuat taplak, tempat tisu, hiasan rambut dan lainnya.

Upaya untuk membantu promosi hasil produksi UKM tersebut dengan ikut serta dalam pameran hingga keluar Minut seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan HUT Koperasi pada tanggal Juli lalu.

Wartawan Sulut Times melaporkan, di Kabupaten Minahasa Utara terdapat 509 Koperasi dan 6.700 UKM.

Total bantuan bagi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), tahun 2012 yang telah disalurkan sebesar Rp.1,7 miliar dengan perincian Rp.1,2 miliar bagi 1.200 UKM dan Rp.500 juta bagi 25 Koperasi.(mvr).-